Koran Kampus
COMING SOON: KORAN KAMPUS ED.35 OPEN HOUSE

[SPEAK UP YOUR MIND]* Ayo kirimkan artikel,opini,feature,karya sastra tmn2 ke korankampus_ipb@yahoo.com sebelum 26 Juni 2010 pukul 12:00 WIB max.800 kata….. karya boleh bertema IPB/Pertanian/Indonesia/dll… sertakan NAMA LENGKAP/NRP/DEP/FAK
-KARYA TERPILIH AKAN DIMUAT DI KORAN KAMPUS ED.35-


[SURAT PEMBACA]* Kirimkan juga saran/kritik/aduan tmn2 tentang IPB ke korankampus_ipb@yahoo.com sebelum 26 Juni 2010 pukul 12:00 WIB…. Sertakan NAMA LENGKAP/NRP/DEP/FAK
-SAATNYA SUARA KAMU DIDENGAR-

*SPEAK UP YOUR MIND dan SURAT PEMBACA: tidak menyinggung SARA dan menggunakan bahasa yang sopan

Cheers
Hotline Koran Kampus: 0857 100 50 10 4

[FOTO] Hacker “Usil” Serang Web Kemahasiswaan IPB

Hacker “Usil” Serang Web Kemahasiswaan IPB

Jika saat ini anda mengakses situs http://kemahasiswaan.ipb.ac.id/ , anda akan menemui keanehan. Ya,situs kemahasiswaan.ipb.ac.id itu sedang diserang oleh hacker “usil” yang mengatasnamakan diri zzz {z3r0 z0n3 z3r0} |cybertemanggung. Sampai berita ini diturunkan, akses ke situs Kemahasiswaan IPB tersebut belum juga bisa diakses dengan normal.

Selain itu, terjadi juga gangguan pada akses ke situs www.ipb.ac.id. Semoga perilaku “usil” yang tidak bertanggungjawab ini tidak terjadi lagi dan menjadi pembelajaran bagi IPB untuk terus meningkatkan proteksi pada web IPB. KK/Sir

Beasiswa PPA dan BBM tak kunjung “turun”….

Beasiswa PPA dan BBM tak kunjung “turun”….

Aksi panggung salah satu peserta Ladang Seni

Aksi panggung salah satu peserta Ladang Seni

Ladang Seni: Musik Untuk Bumi

Genset menderu syahdu di sore itu. Temaram cahaya pelita bertebaran di sekitar selasar GWW. Tertanggal 12 Mei 2010, Komunitas Ladang Seni menggelar wahana apresiasi seni bagi mahasiswa IPB. Di malam yang basah pasca hujan itu, IPB kembali dihangatkan sajian musikal mahasiswanya. Sebanyak 15 kelompok musik asli kampus hijau berhasil menggetarkan rumah mereka.

Setelah MC membuka acara, penampilan tari saman mengawali event bertema “Musik untuk Bumi” itu. Semangat nasionalisme memang terasa kental di periode awal acara, karena selain tari saman, Zara yang tampil di urutan kedua juga membawakan lagu tradisonal khas Batak. Quadran pun mampu membuat selingan segar dengan distorsi yang diiringi aksi shreder-nya. Hembus nafas nasionalisme tidak serta merta lenyap pasca performa Quadran. Auxis mampu mengembalikan lagi semangat merah putih melalui lantunan “Indonesia Pusaka”-nya.

Aura Indonesiana mulai menghilang setelah The Yayi naik tahta. Band yang namanya terinspirasi dari nama seorang dosen ini berhasil menghantarkan untaian nada melodius di hadapan puluhan audiens. Setelah The Yayi, sebuah band yang dihuni para mahasiswa TPB mulai unjuk gigi. Old School, demikian mereka mengklaim namanya. Dengan dress code serba hitam, mereka seakan berkata bahwa IPB tak perlu khawatir karena masih ada mahasiswa muda yang berani berbunyi. Selain sajian musikal, panitia juga menghadiahkan kaos yang diberikan sebagai door prize untuk para pengunjung. Setelah berbagi rejeki, giliran Marcel unjuk kebolehannya. Gitaris yang telah menjuarai berbagai kompetisi ini khusus diundang ke IPB untuk menghibur dengan keahlian memainkan gitarnya yang skillful.

Keyboard yang sejak tadi tidak difungsikan akhirnya berbunyi setelah Clumsy Little Boy menjamah selasar yang terlihat bak panggung kecil itu. Lengkingan synth dan brass kerap terdengar selama mereka beraksi. Bada pop punk khas Clumsy Little Boy berkumandang, kini giliran rock N roll The Sigit yang dinyanyikan dengan apik oleh Toge feat Goreng. Lalu disambung skuad Destrait yang menyindir sosok wanita korban pergaulan bebas melalui lagu “Putri” milik Jamrud. Setelah Destrait, PhD melanjutkan tugas mewarnai malam. Berlanjut setelah PhD, blablabla memacu distorsi yang kemudian dilanjutkan High Volt. Setelah High Volt berjaya diatas pentas, giliran para pemuda bertopeng mengguncang malam. Unholy Vein, itulah nama band dari keempat mahasiswa IPB yang memainkan musik metal itu. Setelah Unholy Vein memanaskan malam dengan aksi enerjiknya, Cekiber Kisut bertugas sebagai netralizer. Suasana yang semula panas menjadi lebih sejuk. Namun ritme dinamika panggung kembali bertempo tinggi. Scars dengan jaya wijaya menutup acara dengan lagu-lagu Avenged Sevenfold. Audiens turut bergerak motil selama mereka beraksi. Dengan berakhirnya lagu kedua Scars, maka berakhir pulalah acara yang diprakarsai Komunitas Ladang Seni itu. Dalam sambutan penutupannya, Tison sebagai wakil dari pihak Ladang Seni menyatakan bahwa salah satu tujuan diadakannya acara ini adalah sebagai ajang apresiasi sekaligus pencarian bakat yang dimiliki mahasiswa IPB. Semoga tujuan besar itu benar-benar tercapai.

Ladang Seni adalah salah satu komunitas yang ada di IPB. Komunitas yang berdiri pada akhir tahun lalu itu dihuni para pecinta seni kampus rakyat ini. Acara “Musik untuk Bumi” adalah kegiatan kedua mereka yang terlaksana sebagai wujud kontribusi terhadap kemajuan apresiasi seni di IPB. Musik untuk Bumi awalnya akan dilaksanakan tanggal 7 Mei di tempat yang sama. Namun karena kendala perizinan, gelaran apresiasi seni itu baru terlaksana 5 hari kemudian. Meski demikian, esensi berkesenian yang ditampilkan komunitas ini tidak berkurang. Selain Ladang Seni, komunitas lain yang juga bervisi dalam pencapaian apresiasi seni diantaranya adalah Komunitas Jepang Onigiri, Komunitas Masyarakat Rumput dan Komunitas Wahana Telisik Sastra. Beberapa minggu sebelum Ladang Seni beraksi, Komunitas Jepang Onigiri telah menggelar Chibi Matsuri. Sementara beberapa bulan mendatang, Komunitas Masyarakat Rumput akan menggalang perkumpulan seniman teater seluruh Indonesia. Demikian pula dengan Komunitas Wahana Telisik Sastra, komunitas ini akan kembali menggelar Ruang Apresiasi Seni dan Sastra (RASSA) tanggal 31 Mei mendatang di ruang Pinus 2. Ragam komunitas dan kegiatannya tentu harus diapresiasi karena keberadaannya dapat menambah khazanah dinamika pergerakan mahasiswa di IPB. Eja/KK

KORAN KAMPUS EDISI 34, MEI-JUNI 2010

Telah Terbit KORAN KAMPUS EDISI 34, MEI-JUNI 2010

Headline: Mau Dibawa Kemana IPB ku? 

[Ayo, buruan beli! Single Copy Price: Rp 1000,-]

Hotline: 0857 100 50 10 4

SURAT PEMBACA

Surat pembaca Koran Kampus berisi (aduan, kritik, saran) pemabaca mengenai kampus IPB (layanan, kelembagaan, fasilitas, dll). Kirimkan Surat Pembaca ke korankampus_ipb@yahoo.com dengan subject: SP_korpus

Format penulisan:

1. Berupa aduan/kritik/saran singkat

2. kirimkan file dalam bentuk .doc atau .docx

3. sertakan nama lengkap (Asli), NRP, angkatan,departemen, fakultas

cheers!

AYO KIRIM DAN BUAT SUARA KAMU DIDENGAR!

SI PENA (OPINI & FEATURE)

SI PENA, rubrik kreatif menulis di KORAN KAMPUS, mengajak seluruh civitas akademika IPB untuk menulis di kolom OPINI dan menulis FEATURE.

Tema bebas atau sesuai dengan berita terkini di IPB ataupun di Indonesia. (TIDAK MENYINGGUNG SARA)

Format penulisan:

1. maksimal 500 kata (boleh menyertakan foto/ilustrasi/kartun)

2. tipe file .doc atau .docx

3. sertakan Nama lengkap (Asli), NRP/NIP, Departemen, Angkatan, Fakultas

jika mewakili komunitas/organisasi kampus : Nama lengkap, NRP, Jabatan struktural, Nama komunitas/organisasi

Kirim ke:

korankampus_ipb@yahoo.com

subject untuk OPINI : sipena_opini

subject untuk FEATURE : sipena_feature

Jangan Heran Kalau Akses Internet (IPBNet) Down

Semua civitas akademik IPB yang akan browsing atau menggunakan fasilitas layanan internet kampus IPB (seperti WiFi) harus siap-siap ngenet di warnet atau menggunkan modem pribadinya. Seperti yang diberitakan pada situs IPB (www.ipb.ac.id), DKSI IPB akan melakukan upgrade router border IPBNet pada tanggal 24 dan 25 April 2010 yang kemungkinan akan mengganggu layanan koneksi internet kampus IPB selama proses upgrade berlangsung. Semoga upgrade router border IPBNet ini membuat layanan internet semakin baik.